Batuk, kawan atau lawan?

Oleh: HAS
Medical

Kalbefarma – Batuk merupakan fenomena sehari-hari yang akrab dengan kita. apakah batuk merupakan kawan atau lawan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut sebenarnya perlu dijawab lebih dahulu beberapa pertanyaan dasar, seperti apa sebenarnya batuk itu? dikatakan dalam Seminar PKB-IKA (24-25 Juli 2006,) Strategi Pendekatan Klinis Secara Profesional Batuk pada Anak.

Batuk merupakan salah satu mekanisme pertahanan respiratorik yang bekerjasama erat dengan bersihan mukosiliar. Setiap saat saluran respiratorik memproduksi cairan dalam jumlah tertentu, pada orang dewasa mencapai 30 mL perhari. Sekresi respiratorik ini antara lain berfungsi sebagai perangkap bagi partikel asing yang masuk, termasuk jasad renik (mikroba). Sekresi respiratorik ini bersama tangkapannya dibawa secara estafet dari saluran respiratorik paling distal menuju saluran yang lebih besar. Setelah mencapai trakea dan laring akan tertelan ke dalam lambung. Inilah yang mendasari pemeriksaan specimen bilas lambung pada anak sebagai pengganti specimen sputum.

Refleks batuk tiap kali akan terbangkit jika ada reseptor batuk yang terangsang. Bila volume sekresi respiratorik yang terkumpul mencapai jumlah yang cukup besar akan merangsang reseptor batuk di bronkus. Selain material dari saluran respiratorik makanan atau benda asing yang lain yang teraspirasi juga akan dibatukkan. Sehingga batuk mencegah kejadian aspirasi dari luar. Dalam hal ini terlihat bahwa batuk bermanfaat dan merupakan suatu mekanisme fisiologik yang terjadi pada manusia dalam keadaan sehat.

Pada keadaan patologik misalnya infeksi respiratorik, volume sekresi respiratorik yang dihasilkan akan lebih banyak dan lebih sering. Dengan demikian frekwensi dan intensitas batuk selama infeksi respiratorik akan meningkat.

Reseptor batuk terletak di epitel faring, laring, trakea dan terkonsentrasi di bronkus mayor. Reseptor ini dapat terangsang secara mekanik (baroreseptor) misalnya oleh tekanan atau sekresi respiratorik. Rangsangan lain berupa kimiawi (kemoreseptor), misalnya oleh gas yang berbahaya, dan rangsangan suhu (termoreseptor), misalnya udara dingin. Reseptor ini juga dapat dirangsang oleh mediator inflamasi lokal seperti histamin, prostaglandin, dan leukotrien, dan juga oleh bronkokontriksi.

Dampak batuk terhadap kesehatan sangat luas dan jelas, dan merupakan salah satu keluhan medis yang membawa pasien mencari pertolongan medis. Batuk dapat menyebabkan rasa lelah, gangguan tidur, perubahan pola hidup, nyeri muskuloskeletal, suara serak, dll. Dampak medis lain dari batuk adalah penyebaran transmisi infeksi yang sangat efektif, contohnya adalah TBC. Batuk yang berlangsung terus menerus dapat membahayakan pasien karena mengganggu nafas, aktivitas sosial, dan tidur sehingga menurunkan kualitas hidup. Batuk hebat bahkan dapat menimbulkan komplikasi serius pada hampir semua sitem organ. Selama batuk hebat pada orang dewasa, tekanan intratorak dapat mencapai 300mmHg, dan kecepatan arus udara mencapai 28.000 cm/detik atau 500 mil perjam yang sama dengan 85 % kecepatan suara. Diperkirakan suara batuk hebat pada orang dewasa dapat membangkitkan energi dari 1 hingga 25 Joule.

Dari keterangan diatas didapatkan bahwa batuk ibarat pisau bermata dua, yaitu kawan yang berpotensi menjadi lawan. Dalam jumlah tertentu dan terkendali batuk memberikan manfaat yang sangat besar bahkan esensial bagi kita, namun dalam jumlah besar dan tidak terkendali batuk dapat sangat membahayakan. Jadi kita harus bisa menyikapi batuk secara bijaksana.

Dicopy dari http://www.kalbefarma.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s