Kesepian Menyebabkan Risiko Alzheimer Meningkat

(09-Feb-2007)
Oleh: INS

Kalbefarma – Orang lanjut usia yang hidup kesepian mengalami penyakit Alzheimer dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak kesepian.

Keterasingan dari kehidupan sosial pada usia lanjut, pada mereka yang tidak menikah, tidak memiliki teman, tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan bersama orang lain, dapat meningkatkan risiko terkena demensia, hal ini dijelaskan oleh Dr. Robert S. Wilson, dari Rush University Medical Cente r di Chicago dalam sebuah artikel yang dimuat oleh Archives of General Psychiatry.

Dr. Wilson melakukan penelitian terhadap 823 lansia yang berlangsung selama 4 tahun. Pada pemeriksaan awal para partisipan membuat pernyataan seperti “Saya sering merasa diabaikan” dan “Saya ingin memiliki teman baik lagi” untuk menilai rasa kesepian yang mereka alami. Angka rata-rata kesepian mereka adalah 2,3 dalam skala 1 sampai 5, angka yang lebih besar menunjukkan tinkat kesepian yang lebih berat.

Para lansia yang berpartisipasi di dalam penelitian ini tidak ada yang menderita demensia di awal penelitian, namun selama pemantauan selanjutnya terdapat 76 partisipan yang mengalami demensia dan dapat dikategorikan sebagai penyakit Alzheimer.

Para peneliti menemukan bahwa risiko demensia meningkat sekitar 51 persen untuk setiap tingkat dalam skala kesepian, seorang lansia dengan tingkat kesepian yang tinggi (yaitu 3,2) memiliki risiko 2,1 kali lebih besar terhadap penyakit Alzheimer dibandingkan lansia dengan tingkat kesepian rendah (yaitu 1,4).

Dalam otopsi yang dilakukan terhadap 90 individu yang meninggal selama penelitian, tidak ditemukan kaitan antara kesepian dengan tanda perubahan otak yang kerhubungan dengan penyakit Alzheimer. Menurut Asumsi Dr Wilson penemuan ini menunjukkan bahwa kesepian mungkin berkaitan dengan hal lain dalam perkembangan demensia yang menyerupai penyakit Alzheimer.

Walaupun mekanisme yang mengaitkan demensia dan kesepian masih belum jelas, namun diketahui bahwa tingkat kesepian para lansia yang mengalami demensia tetap dalam tingkat yang stabil, sehingga tidak sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa demensia lah yang menyebabkan seseorang mengalami kesepian dan bukan sebaliknya.

Artikel tersebut diambil dari:

http://www.kalbefarma.com/?mn=news&tipe=detail&detail=18794

3 Comments Add yours

  1. robert mengatakan:

    Alzheimer itu apa sic, jelasin dong ama aku

  2. bajirul mengatakan:

    robert:
    Alzheimer atau sebutannya az-zhai-me, merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya ‘kekanak-kanakan karena usia tua’ yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.

    sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Alzheimer

  3. Acil mengatakan:

    komputer sering memblok dengan sendirinya itu kerusakan pada apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s