ANALISA MAKALAH

Analisa untuk makalah yang berjudul:

“Suatu Model Kaidah Pemenggalan Suku Pertama Pada Kata Bahasa Indonesia: Kasus Pada Huruf Awal B.”

yang ditulis oleh Dali Santun Naga, Viny Christanti Mawardi dan Freddy Kurniawan.

Ada beberapa kesalahan yang terdapat dalam makalah tersebut antara lain (catatan: analisa ini hanya melihat segi kesalahan bahasa, bukan melihat pada isi jurnal):

Kesalahan pertama yaitu kesalahan dalam penulisan kata atau istilah seperti penulisan kata naskah seperti yang terdapat pada kalimat berikut: “Salah satu kajian di bidang pemrosesan naksah adalah…” seharusnya: “Salah satu kajian di bidang pemrosesan naskah adalah…”

Penggunaan singkatan yang tanpa penjelasan, dalam hal ini adalah penggunaan singkatan NLP dan IR yang tidak disebutkan sebelumnya atau tepatnya tidak dikaitkan dengan kepanjangan singkatan keduanya.

“NLP adalah salah satu bidang ilmu dalam computer science dan linguistik yang berkonsentrasi pada interaksi antara mesin dan bahasa alami manusia [1]. Sedangkan IR adalah ilmu yang berkaitan dengan representasi, penyimpanan, pengelolaan, dan pengaksesan terhadap informasi [2].”

Ketersambungan antar kalimat dalam paragraf seperti yang terdapat dalam paragraf berikut:

“Pada saat ini NLP sudah banyak digunakan sebagai teknik dalam IR. Di dalam taksonomi computer science pada gambar 1, IR berada di bawah NLP. Dan teknik yang terdapat di dalam NLP dapat digunakan untuk mengembangkan IR.”

Ketersambungan antar paragraf, seperti yang terdapat dalam dua paragraf berikut:

“NLP adalah salah satu bidang ilmu dalam computer science dan linguistik yang berkonsentrasi pada interaksi antara mesin dan bahasa alami manusia [1]. Sedangkan IR adalah ilmu yang berkaitan dengan representasi, penyimpanan, pengelolaan, dan pengaksesan terhadap informasi [2]. Pada saat ini NLP sudah banyak digunakan sebagai teknik dalam IR. Di dalam taksonomi computer science pada gambar 1, IR berada di bawah NLP. Dan teknik yang terdapat di dalam NLP dapat digunakan untuk mengembangkan IR.

Mesin penerjemah adalah salah satu aplikasi dalam NLP yang terus diteliti agar dapat dihasilkan mesin penerjemah yang dapat menerjemahkan bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain. Pembangunan mesin penerjemah haruslah melalui beberapa tahap dan salah satu di antaranya adalah pengenalan kata untuk memperoleh makna dari sebuah kalimat. Di bidang IR dan NLP dikenal pula kajian mengenai pemrosesan naskah (text processing). Salah satu kajian di bidang pemrosesan naksah adalah pengenalan kata oleh komputer melalui kaidah tertentu.”

Kedua paragraf di atas seperti dicomot dan ditempel begitu saja, tanpa adanya kalimat-kalimat penyambung antar paragraf di atas.”

Ada beberapa istilah asing yang tidak terdapat penjelasannya atau definisinya.

“Kesalahan yang umum terjadi pada algoritma stemmer untuk bahasa Indonesia adalah overstemming atau understemming. Kesalahan ini terjadi karena dalam algoritma stemmer, kata langsung dipenggal mulai dari akhir atau awal kata. Contoh overstemming adalah berbadan => bad seharusnya badan. Sedangkan contoh understemming adalah mengecek => ecek seharusnya cek.”

Pada paragraf di atas, pengertian dari overstemming dan understemming tidak dijelaskan.

Penggunaan kalimat yang tidak efektif seperti yang terdapat dalam potongan paragraf berikut:

“Demikianlah salah satu model untuk kaidah pemenggalan suku pertama pada kata di dalam bahasa Indonesia. Di sini kaidah demikian masih dilakukan pada kata yang berawal dengan huruf b sebagai prototipe.”

Mungkin seharunya:

“Demikianlah salah satu model untuk kaidah pemenggalan suku pertama pada kata di dalam bahasa Indonesia. Kaidah ini hanya berlaku pada kata-kata yang berawal dengan huruf b sebagai prototipe.”

Untuk referensi ada beberapa kesalahan di antaranya yaitu menggunakan referensi wikipedia yang kurang bisa dipertanggungjawabkan isinya, karena siapa saja bisa melakukan edit terhadap isi wikipedia. Berbeda dengan situs-situs ilmiah yang dikelola secara bertanggungjawab. Kemudian tidak terdapat tahun dan tempat terbit beberapa referensi.

Analisa kedua untuk makalah yang berjudul:

“Google: Korpus Raksasa Sanding Kata dalam Pemelajaran dan Pengajaran BIPA”

Penyusunan makalah Google: Korpus Raksasa Sanding Kata dalam Pemelajaran dan Pengajaran BIPA dengan menggunakan kaidah-kaidah penulisan yang baik. Penulis telah melakukan pengeditan yang optimal sehingga tidak ditemui penulisan kata-kata yang salah. Hal ini menunjukkan keseriusan penulis dalam menuangkann ide-idenya.

Penulis menyusun kata-kata dalam kalimat dengan baik, sehingga terjadi ketersambungan antar kalimat dalam paragraf dan antar paragraf dalam makalah tersebut. Ketersambungan memudahkan pembaca untuk untuk memahami secara logis ide-ide yang hendak disampaikan oleh penulis.

Istilah-istilah penting dijelaskan oleh penulis secara gamblang oleh penulis dari berbagai sudut pandang. Misalnya penulis menjelaskan pengertian sanding kata, penulis mengawalinya dengan menjelaskan dua istilah yang berdekatan dengan istilah sanding kata tersebut yaitu kata majemuk dan idiom, tujuannya jelas yaitu untuk menghindari kerancuan antara ketiganya. Kemudian penulis menjelaskan definisi sanding kata dan yang terakhir memberikan kesimpulan pengertian sanding kata setelah memberikan contoh. Berikut adalah paragraf definisi sanding kata yang dimaksud:

“Sanding kata berbeda dengan kata majemuk dan idiom. Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki struktur tetap; tidak dapat disisipi kata lain atau gabungan dua atau lebih kata yang berfungsi sebagai satu kata (Richards, et al 1987). Misalnya, ‘sarung tangan’, ‘lalu lintas’, ‘meja makan’ adalah kata majemuk karena strukturnya tetap, tidak dapat diubah-ubah letaknya. Idiom adalah ungkapan yang kalau diterjemahkan secara harfiah tidak masuk akal atau ungkapan yang maknanya tidak dapat ditelusuri melalui kata per kata (Richards, et al 1987). Gabungan kata itu membentuk makna baru. Misalnya, idiom ‘cari muka’ dalam ‘Mereka senang mencari muka kepada atasan’. Idiom ‘cari muka’ tidak bisa dipahami melalui kata ‘cari’ dan kata ‘muka’, tetapi harus dipahami sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, sanding kata adalah kemunculan dua kata atau lebih yang digunakan secara teratur (Sinclair, 1991), maknanya dapat ditelusuri melalui kata per kata, tetapi tidak membentuk kata baru. Misalnya, gabungan kata ‘mendidik anak’ dapat dipahami maknanya melalui kata ‘mendidik’ dan kata ‘anak’. Dengan demikian, sanding kata adalah kecenderungan sejumlah kata atau sekelompok kata muncul secara bersama-sama untuk menghasilkan bicara dan/atau tulisan yang terdengar lazim dan berterima dalam suatu bahasa.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s